Tentang “kamu”..

Kamu…
Yaa kamu…
Berhentilah sejenak dari peraduanmu dalam rotasi bumi,, aku ingin bicara denganmu..

Hey kamu!!
Tataplah mataku..
Atau paling tidak,, tolong palingkan wajahmu ke hadapanku…

Kamu…
Apakah kamu pernah tahu??
Aku pernah sangat sayang padamu.
Aku pernah menangis tak berhenti karena kamu..

Aku pernah marah dan terbakar cemburu karenamu..
Aku juga pernah terbiasa dengan gelimangan perhatianmu..

Tahukah kamu??
Aku butuh kamu..

Tapi sekarang..
Semua itu telah lenyap..
Perasaanku telah kukurung rapat dalam ruang basement di hatiku.

Saat kamu telah mengacuhkan semua keberadaan..yang tulus kuberikan….
Semenjak kamu tak lagi mengingat aku..
Setelah tak ada lagi kabar darimu.

Aku tahu..
Kita tak mungkin bersama..

KARENA AKU DAN KAMU MEMANG TAK PERNAH ADA….

Andaikan engkau tau… Teriknya amarah sang Mentaripun adalah sebuah nikmat….

the sun

Saat ini Q brdiri di bawah hangatnya senyum sANg mentari… ia menyapa pagiQ dng tEduh…
dan aq..membalasnya.. dEngan do’a..” ya..ALLAH..PErteMuKAN aq dg hAngatnya sENyuM mENtari sPrti saat ini sAat aq tErjaga eSok hari..”

lalu…sbuah keramahan dari hangat snyum sang mentari berubah menjadi lelucon si raja siang… menghindarkan mega…dan memutihkan awan… membuat semua terasa semakin memberatkan letihQ… DENgan berpendar..ia menatapQ.. dan aq hanya mEMbalasnya dEngan sbuah do’a…
“ya…ALLAH..yg maha mENguasai dari semua yg aku miliki… pertemukanlah aq dENgan teriknya udara sEPerTi saAT ini..saat aku..seDang mengatUr langkahQ..uNtUk kembALi dari peraduanQ…”

……
lalu aku mulai melanjuTKan langkahQ… menikmati sEtetes dmi setetes kEhangaTan yG mEMbahagiakan… dan aku di hadang oleh suATu keindahan..yg membuATku tERseNtak dan mEMbAtU….
dan tERnyata.,sang sUrya kembali mEMameRKan keSeJukan d’balik keindahanNya… seakan menyiHir seluruh LangiT… tanPa bATas dENgan sEMua lukisAN peTang yG mENggUgaH raga uNtUk mENggeRAkkan indra meNdEkap sEMuanya hingga rAPat dan tAKkn pERnah lepas…
setelah beRhasiL mencuLikKu.. ia pUn akhirnya tERsnyUm dngN rAMAhnya hinGga tERkalahkan oleh gelap… hingga ia…benar” lenyap..

aku menunduk… lalu kembali membalasnya dg sbuah do’a…
“ya.. ALLAH…dzaT yg maha mNgetahui dan menguasai sELuruh yG aku tak tau…. perTemukanLah aku dENgan sEMua misteRi..dari kEindahan..KEmarahan..kEhanGatan…kesejukan…dari seLuruh jati diri yg mEmbara dari sANg suRya… karna Q yakiN… sLuruH teTes cAHaya dan kEHangaTan dan bAHkan kEbenCiannya yG membAKar sekalipun adalah sbuah nikmat yG tak terKira yG pERNah engkau brikan… karNA d’bALik kelabiLan sENyumya menyiMpan sbuah rahasia dari berjalannya keHidupan yg memang telah engkau jadikan sEPerti ini…
… Subhanallah…”
..

lalu aku mulai melanjuTKan langkahQ… menikmati sEtetes dmi setetes kEhangaTan yG mEMbahagiakan… dan aku di hadang oleh suATu keindahan..yg membuATku tERseNtak dan mEMbAtU….
dan tERnyata.,sang sUrya kembali mEMameRKan keSeJukan d’balik keindahanNya… seakan menyiHir seluruh LangiT… tanPa bATas dENgan sEMua lukisAN peTang yG mENggUgaH raga uNtUk mENggeRAkkan indra meNdEkap sEMuanya hingga rAPat dan tAKkn pERnah lepas…
setelah beRhasiL mencuLikKu.. ia pUn akhirnya tERsnyUm dngN rAMAhnya hinGga tERkalahkan oleh gelap… hingga ia…benar” lenyap..

aku menunduk… lalu kembali membalasnya dg sbuah do’a…
“ya.. ALLAH…dzaT yg maha mNgetahui dan menguasai sELuruh yG aku tak tau…. perTemukanLah aku dENgan sEMua misteRi..dari kEindahan..KEmarahan..kEhanGatan…kesejukan…dari seLuruh jati diri yg mEmbara dari sANg suRya… karna Q yakiN… sLuruH teTes cAHaya dan kEHangaTan dan bAHkan kEbenCiannya yG membAKar sekalipun adalah sbuah nikmat yG tak terKira yG pERNah engkau brikan… karNA d’bALik kelabiLan sENyumya menyiMpan sbuah rahasia dari berjalannya keHidupan yg memang telah engkau jadikan sEPerti ini…
… Subhanallah…”

Awas, Minuman Soda atau Karbonasi ?!..

.

Hampir semua minuman karbonasi/bersoda menggunakan bahan tambahan, yang menurut berbagai penelitian di laboratorium ialah:

1. Karbohidrat.
Suatu hal yang mustahil, kalau ada perusahaan minuman ringan yang mengatakan bahwa produknya tanpa bahan tambahan. Jika ada perusahaan minuman ringan tidak menggunakan bahan tambahan tentunya tetap menggunakan gula dan karbohidrat. Hanya saja jumlah karbohidrat pada minuman ringan cukup tinggi. Sedangkan zat penting lain seperti protein, vitamin dan mineral, jarang ada pada minuman ringan. Apalagi yang namanya minuman berkarbonasi/bersoda hampir tidak ada gizi di dalamnya. Gula ini memudahkan pengeluaran kalsium dari tubuh. Otomatis dalam tubuh berkurang sehingga terjadi kerapuhan tulang.

2. EDTA.
Minuman karbonasi/soda banyak yang mengandung bahan tambahan dimulai dari pemberi rasa, pewarna sampai pengawet. Agar minuman tsb tetap bisa mengeluarkan sodanya, ada suatu bahan khusus yang ditambahkan, yakni EDTA yang berfungsi memperpanjang daya tahan soda dalam minuman tsb. Hanya saja, bila tubuh kelebihan mengkonsumsi bahan ini, bisa mengganggu fungsi tubuh. Yang pertama, bisa menghambat penyerapan vitamin dalam tubuh. Lalu, juga mempengaruhi keseimbangan kalsium, zat yang dibutuhkan tulang anak untuk tumbuh akan terganggu. Parahnya, jika ketidak seimbangan ini bila berlangsung lama dan kontinyu, akan mengganggu fungsi ginjal.

3. Asam Sitrat.
Minuman karbonasi/soda, kadang-kadang terasa asam/masam. Rasa inipun sebenarnya tidak asli, tapi akibat diberi bahan tambahan. Tujuan pemberian asam dalam minuman untuk memberikan rasa masam. Dengan adanya rasa masam, maka rasa manisnya gula akan terasa lebih menggoda. Dengan adanya bahan ini inversi (penyebaran) gula dalam minuman bisa lebih cepat. Dan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, serta iritasi pada lambung.

4. Gula Cair.
Untuk bahan pemanis, zat yang digunakan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu gula alami dan sintetis. Adanya gula ini juga memudahkan terjadinya kenaikan berat badan, terutama pada anak-anak.

5. Sulfit dan Sulfur dioksida.
Dalam konsumsi yang berlebih, dapat menyebabkan sakit kepala dan diare dan juga mengiritasi lambung serta menyebabkan orang yang kelebihan mengkonsumsi bahan ini menjadi hipersalivasi (banyak mengeluarkan air ludah).

Salam,
Andluna

Rokok dan BUNUH DIRI!!!

Sehari-hari kita dapat menemukan dan membaca pada bungkus rokok, “Merokok menyebabkan kanker, impotensi dan gangguan kehamilan dan bayi”, dan hampir semua orang tahu akan hal itu. Walau demikian, kebiasaan merokok telah menjadi budaya di berbagai bangsa di belahan dunia. Diperkirakan mayoritas perokok di seluruh dunia ini, 47% adalah populasi pria sedangkan 12% adalah populasi wanita, dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok, yang pernah dituturkan oleh kakak saya sendiri : “Ada ayam jago di atas genteng, gak merokok gak ganteng”. Wow!! Saya pun otomatis sangat kaget mendengarnya, ternyata segitu butuh pembelaan bahwa merokok itu adalah sebuah “prestise”. Sedangkan di kalangan orang tua, stress dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.

Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri, kendaraan bermotor, pembakaran hutan dan lain-lain yang mengeluarkan polusi, tetapi di lain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka. Tindakan ini secara halus dinyatakan merusak kesehatan, yang sebenarnya adalah usaha untuk membunuh diri DENGAN SENGAJA.

Tapi ternyata tak hanya itu. Satu lagi efek negatif dari merokok ditemukan. Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan keinginan untuk bunuh diri.

Sebuah penelitian dilakukan pada 2.548 orang dengan usian antara 14-24tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar seperempatnya bukan perokok. Sisanya sebanyak 40% adalah orang-orang yang merokok pada acara-acara tertentu (occasional smoker), 17% perokok yang tidak rutin, dan 19% adalah perokok berat.

Di antara responden yang tidak merokok, setidaknya 15% dari mereka pernah berpikir untuk bunuh diri, atau berharap untuk mati. Pada occasional smoker serta perokok tidak rutin, angka itu mencapai 20%, dan pada perokok berat, angkanya mencapai 30%. Bahkan dari 30% itu tercatat 69 orang diantaranya sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Jika dilihat dari jumlah keseluruhan responden, hanya 0,6% orang yang tidak merokok berpikir ingin mengakhiri hidupnya. Sementara 1,6% dari occasional smoker dan perokok tidak rutin. Sedangkan pada perokok berat, angkanya melonjak hingga 6,4%.

Diperkirakan kandungan nikotin yang ada di dalam rokok dapat mempengaruhi otak dan perasaan. Nikotin dapat menghilangkan rasa senang dalam diri seseorang, sehingga orang yang merokok cenderung memiliki alam perasaan yang ‘tumpul’ dan meningkatkan rasa depresi pada seseorang. Hal itulah yang akhirnya menimbullan keinginan untuk bunuh diri.

Setiap tahun, 31Mei diperingati sebagai HARI TANPA TEMBAKAU secara internasional. Demikian pula, dari 31Mei s/d 6Juni juga dinyatakan sebagai Minggu Tanpa Tembakau Sedunia.

Jadi, mau menikmati hidup yang lebih indah?? Berhenti merokok sekarang juga! Itulah ajakan dan harapan saya bagi semua..

Bagaimana menurut anda??

Salam,
Andluna.

Hidup di negeri dongeng.. (mencari pangeran di dunia nyata)

Saya kadang2 pusing tiap memperhatikan isi cerita di televisi. Sebagian besar mengambil kisah cinderella, putri, pangeran, dll.dll.dll. Ada sih beberapa aja yg cukup nyenengin juga, tapi ya itu tadi karena “komposisinya” kebanyakan jadinya membosankan. Soalnya kisahnya terlalu mengada2 dan bikin kita sbagai pnonton kebanyakan berkhayal dan mimpi yg gak realistis…:|

Kalo seperti kisahnya cinderella gitu…kan ada pangeran impiannya gitu kan… Emang ada ya pangeran di dunia nyata? Kalo kita bukan tetangganya Prince William ato Prince Harry kok kayaknya it’s just a dream…alias kagak percaya getoh… Lagian rasanya sulit deh ketemu dengan pangeran di kehidupan nyata. Soo..boleh gak sih kita percaya sama cerita pangeran dan putri?? Yah, kalo pertanyaan ini diajukan beberapa tahun lalu, saya pasti akan jawab “enggak!”. Tapi, once upon a time(!halah..lebay!), it’s a must.. Karena beberapa waktu yg lalu saya sempat dipinjamin buku sama sahabat saya yg judulnya Orange Girl karangan Jostein Gaarder. Penulis ini adalah seorang ahli filsafat, jadi dalam setiap bukunya, walau bertema cinta-cintaan, tapii tettteep dia slalu memasukkan unsur filsafat dan membuat orang jadi berpikir. Dan dari buku ini, saya justru menemukan sudut pandang yg sangat berbeda dari sbuah dongeng pangeran dan putri.

Dalam Orange Girl, diceritakan seorang cowok yg tanpa sengaja bertemu dengan cewek cantik dan dia akhirnya jatuh cinta. Dengan sgala cara si cowok ini brusaha mencari si cewek yg ia beri julukan Gadis Jeruk. Singkat kata, mereka ketemu dan jadian(oh so swiit). Si cowok ini, terus cerita bagaimana perjuangannya buat nemuin si cewek. Dan lucunya, si gadis jeruk justru bilang kalau dia juga udah suka sama si cowok sejak pertama ngelihat dia. Dan si cewek mulai datang ke tempat-tempat dimana ada kemungkinan dia bisa ketemu dengan si cowok. Dan memang benar, si cowok berhasil menemukan si cewek itu, yah seolah-olah si cowoklah yg menemukannya. Padahal, proses pertemuan itu udah direncanakan oleh si cewek.. Uuh..so sweet banget gak sih?? ^_^

Endingnya, Jostein cuman bilang, kalo kita ingin menciptakan kisah cinta yg indah seperti sbuah dongeng, kita (sbagai seorang putri) bisa menciptakannya sendiri. Dan biarkan “pangeran” kita menyangka dialah yg menemukan kita. Padahal sih kita sudah membuat jebakan-jebakan itu. :p

Lalu untuk mengetahui dongeng cinta kita berakhir bahagia atau enggak, biarkan alam dan keajaiban cinta( Jostein bilang keajaiban cinta sama juga dengan keajaiban sebuah dongeng!) yg mengaturnya.

Well, daripada kita ngelamun, menunggu datangnya sang pangeran. Buat “jebakan-jebakan” agar sang pangeran bisa menemukan kita. And, the prince and princess live happily ever after.(“,)

**THE END**

Bayi(ups!)tersayang??

Akhir2 ini, saya sering mendengarkan curhatan dari beberapa teman yang inti masalahnya adalah sama, yaitu sama2 dianggap bayi “besar” dalam keluarga. Saya sendiri juga anak bungsu, tapi dalam keluarga saya semua anak2nya diperlakukan sama. Sebenarnya jadi anak paling kecil di keluarga mungkin memang menyenangkan. Selalu ada ortu dan kakak2 yg memanjakan, memperhatikan, mengurusi dan memenuhi segala kebutuhan kita. Gak perlu repot. Tapi, sekalipun umur bertambah, kok mereka gak ngubah sikapnya ke kita yah? Sumtimes, pastilah merasa jenuh dianggap “kecil” melulu! Tetap dianggap seperti bayi tersayang (ups!)… Let’s see…
*Tes dulu:
coba dulu deh ngetes dirimu sndiri sblm menimbang enak gaknya diperlakukan as a baby. Tes ini sekedar untuk menilai apakah di rumah kita msh bersikap atau dianggap anak kcil, atau gak.. Tes ini saya dapatkan dari sbuah buku panduan psikologi untuk remaja.
1. Ke luar rumah harus “dikawal” ortu atau saudara, gak boleh sendirian atau sama orang lain.
2. Semua barang-barang yang kita punya, dari pakaian sampai aksesoris dipilihin sama ortu atau kakak.
3. Mulai dari mandi, makan, sampe ganti baju, pasti ada “mbak” atau siapapun yg bantuin kita untuk mengerjakannya.
4. Tepat jam 7malam, kita udah disuruh cuci kaki, gosok gigi, masuk kamar, and go sleeping!
5. Kalo ada keinginan yg gak terpenuhi, pasti kita ngambek, nangis skenceng2nya dan baru berhenti kalo udah capek.
**Lihat, kalo setidaknya ada 4 dari 5 pertanyaan di atas pas buanget sama kehidupan kita sehari2, berarti emang kita ini masih dianggap anak kecil alias bayi “besar” dalam keluarga (ouch!! It’s no no no)

*Dampaknya:
Meskipun nih, pastinya sangat menyenangkan dong diurusin sama ortu, tapi kalau kita terus2an diperlakukan kayak gini juga gak bagus buat masa depan kita nantinya.

Pertama, kita gak akan pernah bisa hidup mandiri kalo smua keperluan kita selalu ada orang lain yg mikirin. Ya iyalah, masa mau seterusnya bergantung sama orangtua atau sodara sih?? Apa kata dunia coba?? Kan mereka juga pasti gak selamanya akan ada terus di samping kita.

Kedua, selalu merasa terkekang(pastinya!), kita udah bagaikan hidup di dalam sangkar emas(lebay deh!). Kita cuman bisa merasakan nyaman dan amannya kehidupan di dalam rumah. Tapi ya gak bisa tuh namanya berinteraksi dengan dunia luar untuk memperbanyak teman plus pengalaman baru. Dan parahnya lagi, kita bisa kehilangan masa remaja yang seru.

Ketiga, bisa kehilangan impian dan tujuan. Coz udah terbiasa orang lain yang menentukan sgala sesuatunya untuk kita, bukannya gak mungkin dong kalo nantinya kita jadi gak punya tujuan dan impian sndiri(it’s a nightmare right?). Selalu ikut sama keinginan orang lain, gak pernah memutuskan pilihan untuk diri sendiri.

it’s so bad i think,, setelah dapet wangsit di warung wangsit(jayus dah!) saya punya sedikit saran.. See them..
**SOLUSINYA**
ehm.ehm…test mic..1,2,3…
1. Wake up!! Ayo sadar kalo kita udah gede, dan gak pantas lagi berkelakuan atau diperlakukan seperti anak kecil. Mungkin aja keluarga selalu menganggap kita seperti anak kecil karena emang kelakuan kita yg gak pernah dewasa…
2. Show 2other.. Tunjukkan pada orang banyak, ke keluarga kita, terutama ortu kalo kita emang udah besar dan bisa bersikap dewasa. Kayaknya ini merupakan cara paling ampuh deh..untuk ngilangin cap anak kecil di diri kita.
3. Bicarain baik-baik. Selain itu, coba deh ngobrol sama ortu dan bilang kalo tindakan mreka yg terlalu memanjakan kita itu gak baik. Memang gak gampang sih, tapi kalo kita bisa menjelaskan dgn baik, ortu kita juga pasti ngerti dan mau mengubah cara mereka mendidik kita..secara, ortu kan juga manusia(iyalah..aneh2 aja gw..haha).
Last,
4. Cari orang ketiga. Kalo cara2 di atas gak mempan juga untuk melepaskan status “bayi dalam keluarga”(lebih tepatnya bayi besar deh) yg nempel pd kita. Mungkin bisa dicoba untuk mencari orang ketiga untuk bicara dgn ortu kita, bisa nenek, kakek, om, tante atau sepupu yg dekat dan mengerti masalah kita.

salam,
Andluna^^,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya.