BIAK (1)

(Bila Ingat Akan Kembali) 
Entah bermula darimana hingga semesta membenturkan langkah kakiku ke kota ini.

16 februari 2018, aku menapakkan jejak pertamaku.

Kota karang,  begitu orang-orang menyebutnya. Julukan itu bukanlah tanpa alasan, kota ini dikelilingi oleh samudera,  bahkan kau bisa melihat pasifik dengan nyata. 

Panasnya ketika siang?  Oh sudahlah jangan ditanya,  dinginnya ketika malam datang?  Tidak sekalipun diragukan. Moody-nya cuaca,  ah sudahlah aku sungguh tak ingin membahasnya. 

Pernah pada suatu hari ketika hendak berangkat bekerja, aku mengembangkan senyum semegah cerahnya matahari saat itu,  belum lima menit hujan tanpa pemulaan rintik,  apalagi rinai, sukses membuatku kuyup. Sial. 

Aku ditertawai cuaca yang moody-nya setingkat lebih tinggi dari cewek yang PMS

Sekitar sebulan lebih aku telah tinggal di Kota ini, dengan segala drama jaringan internet yang mulai menghantui. 

Selain semua gerutuan itu,  Kota ini adalah kebahagiaan. 

Maksudku, Tuhan benar-benar sedang tersenyum saat sedang meng-kun fa yaa kun-kan Kota ini. 

Deretan pepohonan hijau, langit yang birunya menyenangkan, air laut yang memiliki gradasi warna,  air terjun yang melihatnya saja bisa membuatmu tersenyum, belum lagi telaga biru yang jernih birunya seakan bisa mewarnai hatimu, dan masih banyak lagi. 

Belum genap dua bulan,  dan aku telah jatuh cinta. 

***

BIK, 040418

Ditulis dengan perasaan kagum luar biasa. 

Iklan

Welcome 27

Selamat ulang tahun perempuan bernama lahir Maretandluna istianatu alawiyah wuwongso


Terima kasih telah hadir, mari kita hadapi lebih dari seperempat abad yang menyenangkan ini. Selamat datang diriku yang ke 27, aku mencintaimu.



***

BIK,  310318
Ditulis dengan perasaan syukur luar biasa. 

Sebelum tengah malam (.ver2018)

‚Äč


Sebelum tengah malam,  sebelum hari berganti. Aku berusaha menyempatkan diri,  membuat sebuah kenangan melalui catatan usia. Terima kasih dua puluh enam, satu tingkat di atas seperempat abad  yang luar biasa, atas segala bahagia,  pencapaian dan untuk semuanya.

Semoga kebaikan dan kesejahteraan bertambah di setiap sudutnya.

***

Sorido-Biak, Perumahan Kampung Baru

30 maret 2018

Dalam perasaan bahagia. 

Lovember 2017

Sebelum hari ini usai,  aku berusaha menuliskan ini. 
Hai,  apa kabarmu? 

Semoga kau selalu dalam keadaan hati yang berbahagia. 

Aku bingung,  apakah tepat aku langsung menyapa seperti ini saja. Atau harus ada ritual senyum palsu terlebih dahulu misalnya. 

Selamat,  untuk pencapaian baru,  usia,  dan harapan.  Tidak,  ini bukan hari ulang tahun.  Aku hanya sedikit bergumam. 

Hari ini adalah hari terakhir Lovember,  pada tahun sebelum-sebelumnya aku selalu bertanya apakah kali ini Lovember akan datang lagi atau selamanya mati.  Belum bisa kujawab sepenuhnya, mengenai hal ini.  Karena sejujurnya aku masih berharap Lovember akan kembali,  di hari-hari berikutnya.  Di tahun-tahun mendatang. 

Tulisan ini tak lebih dari usaha sekedar mengingat,  dan mungkin menghidupkan kembali Lovember yang mati suri.  

Selamat, semoga berjumpa kembali. 
***

Djj,  December 18th

Ditulis dengan perasaan syukur kepada sang maha esa. 

Menahan hati

Manusia memliki satu sifat dasar yang baik, menahan diri.

Karena aku sadar merindukan tentangmu adalah suatu kesalahan, aku memilih untuk tidak melewati tempat-tempat yang pernah kita lalui, tempat dimana kita pernah berbincang, tempat saat kau menyelamatkanku.

Tempat betapa kau mengembangkan senyum begitu lebarnya saat melihatku.

Manusia memliki satu sifat dasar yang baik, menahan diri. Seperti yang sedang aku lakukan.

***

Ditulis pada: Djj, 260816

Dipublish pada: Djj,  290417

Welcome 26

Halo, kamu
Apa kabar hari ini?
Sedang gembirakah atau sebaliknya?
Ada yang ingin kau sampaikan? Atau ada yang hendak kau ceritakan padaku?

Aku akan bercerita sedikit tentang hari ini. Hari ini aku bahagia, singkatnya karena aku kedatangan tamu yang memang sudah sepatutnya hadir. Kedatangannya bisa membuat banyak kata bahagia meluap dimana mana atau justru menjadi petaka karena menimbulkan beban berat. Tapi buatku, kehadirannya justru membuatku sadar ternyata sudah sejauh ini, sudah sebanyak ini yang telah aku lalui. Perjumpaan kami justru membuatku bercermin banyak tentang semua yang telah kulewati, yang telah terjadi. Memutar memori lampau tentang bahagia, sedih, bahkan swing mood yang kadang mengganggu. Terima kasih telah hadir, mari kita hadapi seperempat abad yang menyenangkan ini. Selamat datang diriku yang ke 26, aku mencintaimu.

***

Nb: Bukannya malas,  saya hanya mengabadikan momen ditengah hecticnya hidup. 

Djj, 31 maret 2017

Aan alawiyah. 

A walk to remember


Sebelum tengah malam,  sebelum hari berganti. Aku berusaha menyempatkan diri,  membuat sebuah kenangan melalui catatan usia. Terima kasih dua puluh lima, seperempat abad yang bahagia,  dan untuk semuanya. Semoga kebaikan dan kesejahteraan bertambah di setiap sudutnya.
***

Djj,  igd rsud abepura

30 maret 2017

Dalam perasaan bahagia. 

Previous Older Entries