Ribuan kilometer

Pukul satu siang. Saat matahari sedang terik-teriknya
Berjarak ribuan kilometer dari tempatmu berpijak sekarang. 

Ada rindu yang siap aku tumpahkan

Ada peluk yang ingin aku hamburkan

Ada banyak cerita yang ingin aku sampaikan 

Ada cinta yang mengakar semakin kuat. 
Saat matahari sedang terik-teriknya di tempat aku berpijak sekarang. 

Hatiku tetap dingin,  mungkin karena belum dipeluk rindu milikmu. 

***

WMX

06/03/19

Ditulis agar selalu ingat pulang

Iklan

Tentang isi hati manusia

​Hati manusia ini siapa yang tahu?
Yang tadinya hanya saling mengecek kabar lewat sosial media,  bisa saling memberi bahagia
Yang tadinya berpapasan saja tak pernah bisa saling enggan melepas peluk
Yang tadinya hanya sekedar tahu nama bisa menumpah rindu dengan hebatnya
Hati manusia memang tak ada yang tahu.. 

Yang aku tahu,  aku cinta kamu.
***

WMX

Ditulis: 04/03/19.  Dipublish:05/03/19

ditulis karena rindu

Februari 2019

Nyaris tengah malam. 

Aku sedang tidak bisa menuliskan perasaan yang seharusnya aku ingat. 

Aku akan memaksakan. 

Aku harus memaksakan. 


Februari 2019, Sejak sebelum aku pulang. 

Semua sudah nampak jelas,  bahwa memang kedekatan ini hanya berlangsung saat berada dalam radius yang masih bisa kau jangkau,  yang masih bisa kau tempuh. 

Setelah aku pulang,  aku merasa sedang berbicara dengan orang yang tidak aku kenal,  aku sedang bertemu dengan sosok yang belum pernah aku temui sebelumnya. 

Dan benar,  aku diminta.  Bukan,  kau meminta aku menemani sisa usiamu dengan segera,  dalam waktu singkat tanpa alasan tanpa pikir panjang kau tiba-tiba minta kejelasan.  Kejelasan yang sudah kau tahu sejak bersedia berjalan bersamaku dulu. 

Singkatnya,  kau pergi.  Begitu bukan? 

Meninggalkan aku yang sedang dalam kebingungan. 

Kau tahu? 

Tak ada perasaan yang lebih buruk daripada didiamkan tanpa kabar kemudian ditinggalkan begitu saja. 

Dan kau memamerkan ke semua orang bahwa kau yang terluka! 

Kau tahu?  

Seberapa kalutnya aku. Dalam diam. Dalam hingar kata yang nyaris tak bersuara. 

25 Februari 2019,  aku mengikhlaskan sembilan tahun yang lima bulan sebelumnya jarak bukanlah sebuah masalah besar. 

Dan sekarang aku akan mencoba untuk pergi,  jauh, dari semua lekuk kota yang penuh dengan cerita tentang kau.  Tentang aku. 

Jangan datang lagi,  tolong.  Aku hanya ingin mencoba bahagia lagi. Aku hanya ingin mencoba memperbaiki hati. 

Doaku semoga februari 2020, aku diliputi keberuntungan hidup dan kebahagiaan. Meski bukan kau lagi sumbernya. Meski bukan kau lagi yang aku cari.  Meski bukan kau lagi yang aku cinta. Meski aku tahu akan sulit,  aku hanya ingin kau tak lupa aku adalah perempuan yang tak pernah menyerah pada keadaan. 
***

DJJ

28/02/19

Ditulis dengan perasaan syukur dapat mengenang ini, tepat sebelum tengah malam. 

Terima kasih untuk sembilan tahun yang mengesankan. 

Setelah setahun

Aku pulang

Jalan-jalan semakin ramai dengan kendaraan 

Gedung-gedung beranak pinak 

Matahari yang tak seterik dulu 

Dan hujan yang sering enggan berhenti 

Semua berubah

Begitupun kamu. 
***

DJJ

Ditulis: 14/02/19

Dipublish: 28/02/19

Dalam adaptasi dengan semua perubahan. 

Sebuah persiapan merindu

H-1 meninggalkan rasa nyaman. 

Ini adalah sebuah persiapan merindu,  untuk perempuan seperti aku,

Yang baru saja merasa jauh dari rumah,  menemukan nyaman,  kemudian pindah. 

Sebelumnya semua terasa hambar,  pencar,  dan tidak bersinar. 

Sampai ketika aku belajar dari beberapa Kamam dan Awin  bahwa hidup ini hanya sebentar.  Semua sungguhlah hanya perkara datang dan pergi.

Saat membuat catatan ini,  aku mengingat hari pertama datang ke tempat ini. 

Mengingat jalan-jalan yang berusaha aku hafalkan. 

Mengingat pantai pertama yang aku temui. 

Mengingat senja pertama yang menghangatkan hati. 

Mengingat air terjun pertama yang aku datangi. 

Mengingat suara ombak yang menyenangkan hati. 

Mengingat ingatan yang aku berharap tidak akan aku lupakan. 

Mengingat langkah,  agar dapat kembali lagi,
Terima kasih, Biak. 

Telah memberi rasa nyaman.
**

Awin: ibu/mama

Kamam: bapak/ayah

***

BIK

13/02/19

Satu hari sebelum pulang. Semoga bisa kembali. 

Hai, apa kabar? 


Hai,  apa kabar? 

How’s life? 

Happy wedding by the way

Happily ever after

I am just fine

Kabarku baik

Hatiku juga

Aku senang dengar kabar bahagiamu

Tapi, 

Aku juga menyesal

Karena terlalu gengsi ucapkan rindu

Dan banyak karena lainnya

Dahulu tidak pernah kita akhiri semua ini dengan semestinya

Sehingga, 

sebabkan masih banyak perasaan yang gentayangan

Di dalam pikiran, dan diamku

Tidak pernah aku berusaha

Menyalahkan kamu yang dengan tiba-tiba pergi

Bertahun, 

menghilang dan kembali

Kemudian menghilang lagi

Dan kembali lagi bersama kabar baik ini

Sebenarnya, 

Hidup tanpamu bukan perkara sulit

Hanya saja mengganti semua playlist dan daftar kebiasaan akan butuh waktu panjang. 
***

BIK 23/01/19

Masih tak terima (3) -akhir

Sebaiknya kuapakan ingatan ini. 

Setiap sedang sendiri Aku mulai mencari. 

Nama, berita terkini, hingga apapun yang Kau miliki. 

Meskipun menyakiti hati. 

Aku lega seakan menemuimu lagi. 

Semoga bahagia melingkupi. 

Walaupun Aku masih tak terima, Kau tetap pergi. 

***
Djj,  9/12/18

Previous Older Entries