Menahan hati

Manusia memliki satu sifat dasar yang baik, menahan diri.

Karena aku sadar merindukan tentangmu adalah suatu kesalahan, aku memilih untuk tidak melewati tempat-tempat yang pernah kita lalui, tempat dimana kita pernah berbincang, tempat saat kau menyelamatkanku.

Tempat betapa kau mengembangkan senyum begitu lebarnya saat melihatku.

Manusia memliki satu sifat dasar yang baik, menahan diri. Seperti yang sedang aku lakukan.

***

Ditulis pada: Djj, 260816

Dipublish pada: Djj,  290417

Iklan

Welcome 26

Halo, kamu
Apa kabar hari ini?
Sedang gembirakah atau sebaliknya?
Ada yang ingin kau sampaikan? Atau ada yang hendak kau ceritakan padaku?

Aku akan bercerita sedikit tentang hari ini. Hari ini aku bahagia, singkatnya karena aku kedatangan tamu yang memang sudah sepatutnya hadir. Kedatangannya bisa membuat banyak kata bahagia meluap dimana mana atau justru menjadi petaka karena menimbulkan beban berat. Tapi buatku, kehadirannya justru membuatku sadar ternyata sudah sejauh ini, sudah sebanyak ini yang telah aku lalui. Perjumpaan kami justru membuatku bercermin banyak tentang semua yang telah kulewati, yang telah terjadi. Memutar memori lampau tentang bahagia, sedih, bahkan swing mood yang kadang mengganggu. Terima kasih telah hadir, mari kita hadapi seperempat abad yang menyenangkan ini. Selamat datang diriku yang ke 26, aku mencintaimu.

***

Nb: Bukannya malas,  saya hanya mengabadikan momen ditengah hecticnya hidup. 

Djj, 31 maret 2017

Aan alawiyah. 

A walk to remember


Sebelum tengah malam,  sebelum hari berganti. Aku berusaha menyempatkan diri,  membuat sebuah kenangan melalui catatan usia. Terima kasih dua puluh lima, seperempat abad yang bahagia,  dan untuk semuanya. Semoga kebaikan dan kesejahteraan bertambah di setiap sudutnya.
***

Djj,  igd rsud abepura

30 maret 2017

Dalam perasaan bahagia. 

Bukan kesan pertama

image

Mengenai hati yang mulai berdegup saat memandang kilasan matamu yang diameternya tak terlau lebar itu, akan kujelaskan perlahan nanti.
Baiklah, mungkin yang aku tahu saat ini percakapan kita yang tak terlalu banyak. Kebersamaan yang lebih singkat daripada kata tamat. Dan rasa ingin tahu yang cukup besar dari dalam hati.
Aku mencarinya, perihal dirimu dimanapun ada mesin pencari otomatis. Namun tak satupun memberikan titik terang.
Bolehkah kita berkenalan sewajarnya? Agar aku bisa menanyakan langsung padamu, apa saja yang aku ingin ketahui, tentangmu.
Bisakah beri aku sedikit ruang gerak lebih lega, agar lebih banyak waktu yang merenggang.
Agar aku bisa berdiri di sampingnu lebih lama. Supaya aku dapat mendengar matamu berbicara lebih banyak.

***
OK-Djj, Juli 2016
H-23
Ditulis untuk bersenang-senang.

Ada

image

Ada rindu yang diam-diam tak pernah padam.
Ada rindu yang tetap beku, berusaha bertutur satu persatu.
Ada hati yang masih menunggu, hanya karena masih sering dirudung,
rindu.

***
Djj, May 28 2016

Teruntuk: pemilik senyuman dengan kandungan rindu 100%

Welcome 25

Halo, kamu
Apa kabar hari ini?
Sedang gembirakah atau sebaliknya?
Ada yang ingin kau sampaikan? Atau ada yang hendak kau ceritakan padaku?

Aku akan bercerita sedikit tentang hari ini. Hari ini aku bahagia, singkatnya karena aku kedatangan tamu yang memang sudah sepatutnya hadir. Kedatangannya bisa membuat banyak kata bahagia meluap dimana mana atau justru menjadi petaka karena menimbulkan beban berat. Tapi buatku, kehadirannya justru membuatku sadar ternyata sudah sejauh ini, sudah sebanyak ini yang telah aku lalui. Perjumpaan kami justru membuatku bercermin banyak tentang semua yang telah kulewati, yang telah terjadi. Memutar memori lampau tentang bahagia, sedih, bahkan swing mood yang kadang mengganggu. Terima kasih telah hadir, mari kita hadapi seperempat abad yang menyenangkan ini. Selamat datang diriku yang ke 25, aku mencintaimu.

image

***
Ditulis dengan kesyukuran luar biasa. Semoga 31 maret tahun depan masih diberi kesempatan untuk terus bercerita.

Sampai jumpa 24

Halo, pembaca.
Apa kabar?
Setelah mengumpulkan niat yang luar biasa untuk sekedar mengabadikan momen, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan beberapa kalimat yang mungkin akan saya buat tidak panjang lebar.
Singkatnya saya hanya ingin bercerita lagi setelah lama rehat dari kegiatan membaca dan merangkai tulisan.
Bagi saya, menuju 25 ternyata tidak pernah menjadi semudah yang saya pikirkan sebelumnya. Stressor. Ya memang, sometimes life can be life with some seasoning of life stressor. Beberapa waktu sebelumnya saya sempat mengalami beberapa kondisi dengan stressor yang cukup membuat saya serasa sedang terserang serangan cemas, sayangnya tidak. Semua keluhan itu hilang tidak kurang dari beberapa hari.

Sepuluh minggu terakhir saya mulai memahami, hidup mengajarkan saya untuk bangun pagi lagi esok harinya dan mempersiapkan diri untuk ” menerima kenyataan” bahwa stressor sebagai orang dewasa memang seberat ini (pikir saya). Padahal mungkin di sekitar saya masih banyak lagi manusia-manusia yang stressor hidupnya lebih berat.

Dipenghujung 24 ini saya mencoba menikmati waktu yang ada dengan membahagiakan diri sendiri, mencoba terapi warna tanpa blocking dan aturan apapun. Dan ternyata semua itu menyenangkan.

image

Jangan pernah berpikir akan jadi seperti apa akhirnya, mulai dengan perlahan saja dulu, ikuti alurnya. Dan ternyata semua indah pada waktunya.

Salam hangat,
Andluna

***
Ditulis sebagai refleksi diri sendiri dipenghujung 24.

Previous Older Entries