Kidung perpisahan (ketika cinta tak harus memiliki)

Duhai cinta , sejak jauh darimu, sungguh mataku tak bisa terpejam.

Aku berteman sepi , jiwaku mengembara susuri bukit dan belantara kesunyian,

Kulantunkan syair kerinduan sambil menapak-tilas jejak langkahmu,

Kuberjuang tanpa lelah tuk berjumpa denganmu, merambah badai dan petaka,

Menyambung malam dengan siang tanpa teduh menaungiku

Saat kukenang dirimu , jiwaku terguncang, anganku melayang, akal sehatku hilang.

Dihari ini disaat kutatap wajahmu dibalik remang cahaya purnama,

jiwaku bernyanyi, Hatiku menjadi teduh , kedukaanku mendadak lenyap,

meski tak tahu apa yang kan terjadi setelah ini.

Duhai cinta , seandainya saja aku mempunyai dua hati

satu kan kuberikan tuk hidupku,

satunya kan kubiar tersiksa dalam cintamu.

Duhai keindahan yang menawan hati,

Kembalikanlah cinta yang ada padamu kepadaku, jika tidak tinggalkanlah aku.

Jangan biarkan tubuhku menjadi sasaran anak panah mereka-mereka yang menghinaku.

Jika saja kata-kata dapat melukai tubuh, tentu tubuhku telah penuh luka karena ucapan mereka.

Duhai bumi tempat keindahan sejati menghampar,

Disaat ku berjalan dalam genggaman tangannya,

Kurasakan jiwaku dan jiwanya tertawan dan tergadai dalam genggaman kuku-kuku hitam.

Seakan dunia menjadi tempat asing- dimanapun kami berpijak , dimanapun kami tinggal.

Hanya dikeabadian tempat kami bertemu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: