Indahnya saling mengerti..

Sugeng enjing dunia….
Pagi ini seperti biasa setelah membuka mata, saya lalu bersiap-siap kembali ke rutinitas biasa. Huh, rasanya malas sekali sih hari ini, gak tau knapa kok pengen libur sehari aja, padahal hari ini ada jadwal MKK. Pada saat hendak berangkat, oh no! Saya tercengang melihat wajah saya di cermin, kelihatannya memang tidak ada yang salah..tapii… Mata saya terlihat bengkak.. Waah..panteesan..tadi saya merasa seperti ada yang mengganjal di kelopak mata saya, alhasil saya membatalkan jadwal MKK hari ini dan berniat untuk mengikuti MKU seusai MKK nanti. Yah sebenarnya sudah cukuplah hari-hari yang penuh air mata(*halah lebay*) tapi mendadak ketika semalam saya menerima sebuah pesan singkat dari seorang pria, spontan air mata saya jatuh bercucuran tidak karuan(*lebay mode on, again*). Yah, pasalnya sebelum menerima pesan singkat tersebut saya sedang bercengkrama ria dengan pria tsb, sebut saja namanya Mr. x. Mungkin dia sedang punya banyak masalah, toh namanya juga manusia tak luput dari masalah, jadi mungkin itu yang membuatnya sedikit sensi, gimana gak..hanya karena saya kurang bisa mendengar perkataan dia saja, dia segitu sensi dan ngambeknya, yang saya pikirkan saat itu apakah dia gak pernah atau kurang ataukah sedang tidak menyadari bahwa tempat tinggal saya sangat jauh dengannya, saya di Jayapura dan dia di Jakarta. Dan otomatis cara kami berhubungan hanya lewat dunia maya, ataupun telpon seluler, yah saya bisa memaklumi kalau pekerjaan dia di sana cukup melelahkan, belum lagi segudang aktivitas tambahan yang musti dilakoni, tapi saya juga hanya manusia biasa yang kadangkala butuh diperhatikan, butuh ditimang-timang(*ngawur deh*), yah intinya sometimes saya juga butuh perhatian. Bayangkan saja, sejauh hubungan kami berdua yang sudah berjalan setahun lebih, kalo mau dihitung pake itung-itungan *lebay* nih, sepertinya lebih banyak saya yang ngalah, sebenarnya gak ada masalah, hanya saja yang namanya manusia apalagi perempuan yang moodnya seperti roller coaster, yang sekarang sedang baik-baik saja, tiba-tiba sedetik kemudian brubah jadi mellow parah… Jadi ingat penggalan lagunya artis ibu kota “karena wanita ingin dimengerti”, walau gak selalu ingin dimengerti tapi ada saatnya wanita itu butuh dimengerti. Ada saatnya wanita itu mengerti dan mengalah, dan ada saatnya pula wanita itu butuh diperlakukan istimewa. Back 2curhat, setelah saya mencoba menghubungi si Mr. X ini, ternyata panggilan saya dialihkan, dan saya merasa apakah semua pria terlalu menjaga ego, harga diri, serta gengsi mereka, bahkan sangat tidak peduli kalau-kalau ada yg terluka atau tersakiti, mungkin bukannya tidak peduli, tapi mereka tidak merasa bersalah. Sekedar berbagi cerita dan saran, dalam sebuah hubungan bukankah seharusnya keduannya tidak cukup saling menerima apa adanya, melainkan lebih kepada harus saling melengkapi kekurangan dari masing-masing pasangan tsb, yang paling penting adalah jangan hanya salah satu yang mengalah, ibarat jungkat-jungkit kalau tidak salah satunya lebih berat(:mengalah:)maka akan jadi tidak seimbang, alangkah indahnya saling mengerti, menghargai, dan menghormati satu sama lain, jangan hanya salah satu saja yang berlaku begitu. Hmm..bagaimana menurut anda??

2 Komentar (+add yours?)

  1. zee
    Apr 29, 2009 @ 09:04:51

    Hmmm….
    Biasa itu. Selalu ada orang yang tidak bisa terima keaadaan. Dan emg bener ego laki-laki itu keterlaluan. Mgkn harus cari caranya biar dia jg bisa mengalah tanpa merasa harus mengorbankan egonya.

    • andluna
      Apr 30, 2009 @ 17:43:08

      Hehe, makasih mbak sarannya. Emang kebanyakan seperti itu sih, tapi kan seharusnya wanita itu ada bukan untuk diletakkan di kepalanya untuk disanjung berlebih dan dipuja, bukan juga ditaruh di bawah disejajarkan dengan kakinya, melainkan wanita itu seharusnya diletakkan di sebelahnya untuk digandeng..(tapi kalo mw lewat pintu jangan gandengan, tar gag cukup lg.. hehe..:p), digandeng pada “tempatnya”.

%d blogger menyukai ini: