Mitos-Mitos Dalam berdiet

Banyak orang yang masih salah kaprah dalam berdiet. Berikut mitos-mitos diet yang perlu Anda perhatikan.
1. Tidak makan malam
Menghindari makan malam untuk menurunkan berat badan adalah mitos yang kurang tepat. Berat badan dipengaruhi oleh kalori total yang diasup dikurangi kalori yang dikeluarkan dalam sehari (berat badan = kalori total yang diasup-kalori yang dikeluarkan). Jika makan malam dihilangkan dan diganti dengan makanan kecil untuk menahan lapar (kalau makanan kecil itu mengandung kalori tinggi), maka berat badan tetap tidak akan turun. Menghilangkan makan malam juga akan berakibat munculnya keluhan tidak nyaman, lapar, bahkan gangguan lambung (sakit mag).
Jika makan malam diganti dengan mengudap buah, menurut Luciana, boleh-boleh saja, dengan catatan pada malam hari tidak melakukan aktivitas apa-apa. Prinsipnya, makan adalah menyuplai tubuh untuk metabolisme tubuh, mengganti sel yang rusak, aktivitas fisik, dan lainnya. “Kalau tidak ada suplai, ya tidak akan bisa beraktivitas karena kelaparan, yang akan dikompensasi tubuh dengan membentuk gula dari cadangan tubuh sendiri. Dampaknya, metabolisme terganggu dan akan timbul keluhan tidak enak badan, bahkan timbul sakit mag,” katanya.
2. Tidak sarapan pagi bagus untuk diet
Salah. Tanpa sarapan, gula darah akan turun. Kadar gula yang rendah mengakibatkan konsentrasi terganggu, lemas, mudah marah, dan sebagainya. Dengan demikikan, tidak efektif untuk orang yang bekerja. Biasanya, dengan tidak sarapan rasa lapar diatasi dengan makanan kecil, yang sering kali karena bentuknya kering dan ringan tapi kalorinya tinggi. Akibatnya, tujuan malah tidak tercapai juga, berat badan bisa-bisa naik. Kecenderungan lain adalah karena pagi tidak sarapan, siang hari kelaparan dan makan jadi banyak. Jadinya tidak efektif juga. Metabolisme tubuh yang normal tidak bisa menerima pola makan yang tidak teratur.
3. Minum air putih dan air es akan membuat tubuh melar.
Ini juga mitos yang salah kaprah. Air putih tidak mengandung kalori, jadi tidak akan menyebabkan gemuk. Air es memang akan membuat penyerapan makanan jadi lebih baik, tetapi air putih sendiri tidak memberikan sumbangan kalori sehingga sebanyak apa pun minum air putih tidak akan meningkatkan timbunan lemak. Pada tubuh yang normal, konsumsi air yang sangat banyak akan dikeluarkan oleh tubuh melalui kencing sehingga kandungan air di tubuh tetap dalam batas normal.
4. Air jeruk nipis cespleng menurunkan berat badan.
Mitos ini juga tak benar. Yang biasanya terjadi kita minum es jeruk dengan gula yang banyak supaya manis. Akibatnya, lemak makin menumpuk. Boro-boro berat badan turun, yang terjadi malah bisa sebaliknya.

BIASAKAN MENGHITUNG ASUPAN MAKANAN
Prinsip diet menurunkan berat badan adalah bagaimana mengurangi asupan makanan tanpa mengganggu aktivitas dan metabolisme tubuh. Caranya dengan mengurangi total kalori asupan makan sehari-hari. Dengan kalori yang sudah ditentukan untuk sehari, kemudian ditentukan untuk setiap kali makan. Idealnya dilakukan analisis asupan makan, yaitu makanan yang dimakan dihitung dan dievaluasi. Misalnya, pagi hari cuma minum susu, siang dan malam makan lengkap, tapi kenapa tubuh tetap gemuk? Kita cari salahnya di mana. Ternyata, makan siangnya terlalu banyak. Nah, makan siang yang terlalu banyak ini harus dikurangi. Penyebab makan siang yang terlalu banyak bisa karena makan pagi terlalu sedikit, hanya minum susu, akibatnya akan lebih cepat lapar. Dalam hal ini makan pagi bisa ditambah roti atau buah untuk mencegah kelaparan pad siang hari.
Contoh lain, makan pagi, siang, dan makan malam bagus, makanan selingan bagus, tapi cemilan di luar jadwal makan besar dan jadwal makan selingan terlalu banyak. “Setelah dianalisis, yang dibuang cemilannya saja pasti BB turun. Kalau yang dibuang makan pagi atau makan malamnya, pengorbanan yang dilakukan terlalu berat. Apalagi jika makan pagi atau makan malam yang dihilangkan diganti dengan makanan kecil yang kalorinya tidak kecil, hasilnya ya sama saja, tidak akan menurunkan BB,” kata Dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, spesialis gizi klinik dari RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta.

LEMAK, BUKAN OTOT
Yang sering terjadi adalah seseorang akan senang jika berat badannya turun cepat, tapi ia sendiri tidak tahu yang berkurang itu apa. “Airnya? Lemaknya? Atau ototnya? Yang diharapkan yang hilang adalah lemak,karena lemak merupakan bagian tubuh yang tidak ikut metabolisme, malah mengganggu metabolisme jika menumpuk (menimbulkan penyakit diabetes, kolesterol, dll),” ujar Luciana.
Kalau yang hilang atau turun massa otot justru akan lebih susah menurunkan berat badan karena metabolisme tubuh (basal metabolism rate) akan makin kecil. “Kalau metabolisme tubuh menurun, artinya kalori yang dibutuhkan juga menurun sehingga dengan asupan kalori yang rendah, kalori sudah mencukupi atau malah berlebih dari yang dibutuhkan. Akibatnya, berat badan tidak turun lagi. Demikian yang terjadi jika otot yang mengecil, bukan lemaknya yang hilang,” jelas Luciana. Jumlah massa otot berkurang bisa karena asupan kalori yang terlalu rendah, suplai protein tidak cukup, atau aktivitas fisik yang rendah.
Berbeda jika yang turun adalah massa lemak, sementara massa otot membesar. “Kalau ini yang terjadi, BB akan mudah untuk terus turun.”

Salam,
Andluna :))

2 Komentar (+add yours?)

  1. Trackback: Mitos-Mitos Dalam berdiet « andluna dot com | Gudang Segala Informasi
  2. Missed me..
    Jun 23, 2010 @ 11:18:50

    Ada tips buat melangsingkan tUbuh gak? ? Dengan cara yg cepat?? Mw tanya kalo sedot lemak itU oke gk yah?? Tq.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: