comma (REVISI)

COMMA
(8/7/2010)

Tak terasa aku mulai tenggelam pada kesendirianku sendiri.

Membuatku terbang jauh ke dalam lamunanku.
Meluruskan tiap pangkal ujung dari pikiran-pikiran rumit yang membuat dahiku berkenyit..

Akankah?? Mungkinkah?? Apakah begini?? Atau begitu?? Bagaimana jika begini?? Dan Bagaimana jika begitu??

Bermilyar-milyar pertanyaan mengambang dalam dunia bawah sadarku.

Beribu Id-ku mulai berjejolak, semoga akan dapat dikendalikan ego-ku.
Entah aku dapat menggenggam seluruhnya ataukah tidak satupun dari kesemuanya…

Detak nadi di kepalaku berpacu dengan menyempitnya pembuluh darahku…

Aku terus berpikir.

Berharap akan ada tiga,empat pencerahan..

Ah tidak perlu, aku hanya butuh satu saja untuk mengikuti ruwetnya nodus-nodus ini..
Aku berharap akan ada impuls pada syarafku..

Agar dahiku berhenti berkenyit dan pembuluh darahku kembali merenggang..

Aha, lihat itu.
Aku menemukan secercah titik terang pada alam bawah sadarku..

Aku berlari mengejarnya.. sekuat tenaga, mungkin.

Nadi dan jantungku pun saling bersautan…
Membuat pembuluh darahku menjadi singset mendadak…

Dhuaaarrrr….
Apa itu??

Aku tak merasakan apapun kecuali merasakan rilex yang sangat luar biasa…

Heii! tunggu dulu, aku tak dapat menggerakkan tubuhku…

Tapi aku masih bisa mendengar…
apa itu??
Swuswuswusttt…

Aku tak begitu mendengar dengan jelas….

Apa ini… tubuhku sakiit….

Aku merasakan ada yang memukuli tubuhku hingga remuk, atau lebam mungkin.

Atau jangan-jangan aku sudah mati??

Ah, tidak mungkin!
Aku masih dapat merasakan kehadiran orang lain di sekitarku..

Walau hanya Dari alam bawah sadarku….

Ataukah aku hanya komma??

Komma?? Yaa Tuhan.. aku diantara hidup dan matimu…

Jadikan aku orang yang khusnul khatimah.. amin..

Usai do’a singkat penuh harapku,
Aku mulai menyadari betapa gelapnya tempat kakiku berpijak ini..

entah benar-benar berpijak, atau melayang?
entahlah! Aku tak tau pasti..

Jam berapa ini??
Aku di sini sendirian kan Tuhan?
Seperti dua dini hari..
Aku mendengar suara-suara aneh itu lagi.
swuswuswusttt…cbvgcvhfh…

Dadaku menyesak! Aku tersedak oleh darahku yang mulai berlarian….

Jantungku meronta-ronta.. meliuk-liuk dalam kerangkanya…

Mataku mulai berfungsi.. bola mataku bergerak-gerak…

Darahku terasa berdesir memenuhi aliran darah ke seluruh tubuhku…

Aku membuka mataku… silau sekali rasanya.

Aku hanya melihat sekilas,, dan kemudian memejamkannya lagi…
Ada yang memanggilku lembut..

“ shin..shinta… ini mama nak, ayo buka mata kamu lagi nak mama mohon..”

Aku kembali mencoba membuka mataku..
Entah ada berpa banyak dokter dan perawat yang mengitariku.. aku.. tak sanggup menghitungnya..

“Shin..shinta di rumah sakit yah mah??” tanyaku tergagap

”iyaa nak” jawab mama singkat namun penuh haru…

“Badan Shinta sakit semua mah rasanya, padahal cuman tidur semalaman..”

“bukan semalaman nak, kamu tidur hampir setahun, sebelas bulan delapan hari kamu komma nak, tapi akhirnya kamu sadar sayang, padahal kamu sempat terancam komma menahun..” jawab mama seraya mengusap air matanya

Apa??

Sebelas bulan delapan hari aku tertidur??

Padahal aku hanya merasakan semalaman saja..

Ada apa sebenarnya ini…

aku… komma menahun???

Tidak!!

Semuanya hanya khayalku saja…

Pikiranku mulai bekerja lagi… dan mulai menerawang jauh…

Ternyata.. Pecahnaya pembuluh darah di otakku yang menyebabkan aku jadi seperti ini….

Saat komma aku merasakan banyak sekali yang mengitariku..

padahal menurut keterangan mama aku hanya dijaga beliau atau kakak laki-lakiku.. lalu mana mungkin aku merasakan sekitarku ramai dan bising sekali rasanya….

Ah.. aku tak tau.. dan juga tak pernah benar-benar tau hal yang menimpaku ini…

Aku pernah merasa tubuhku dihajar ratusan tangan, yang membuatnya jadi terasa remuk redam..

tapi ternyata itu adalah tangan mama yang sedang mengelap tubuhku ketika maghrib menjelang…
buktinya tidak satupun lebam yang aku temukan.

Saat manusia sedang comma, ternyata banyak sisi lain dari “duniaku” yang pastinya telah ditentukan kodratnya oleh Yang Kuasa..

image

Salam,
Andluna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: