untuk cinta yang ku kagumi….

Ketika aku mengagumi seseorang , aku hanya dapat memujinya….tidak pernah hati ini berhasrat ataupun bermimpi untuk memilikinya , karena aku tetaplah jiwa yang kerdil…

Telah bahagia kurasakan dari kegelapanku yang getir, bila jiwaku mampu mengukir dan menghampiri keindahan , yang hakikatnya keindahan-keindahan tersebut tidaklah pernah kumiliki…

Aku hanya sekedar memastikan untuk jiwa dan hatiku, bahwa keindahan-keindahan itu selamanya hidup serta bersemayam dalam jiwaku, sekiranya jiwa itu harus merangkak dalam kabut atau berada dalam kematian panjangnya….

Aku memohon maaf padamu cinta , karena dirimu kukorbankan demi memberi setetes “air” bagi jiwaku yang terkapar kehausan dipadang tandus pengharapanku serta kegelapanku yang tak bertepi dan berdasar ini….

Disaat jiwa ini tak memiliki kekuatan atau cahaya yang menyelimutinya , hidupku seakan-akan berada dalam kotak yang sempit, tak pernah lagi kurasakan indahnya kesegaran pagi ataupun heningnya keindahan malam …

Bagiku bergantinya hari dari terang- menuju kegelapan adalah sama , karena hatiku telah terkunci , mataku telah buta, bibirku membisu dan ragakupun telah lumpuh oleh belenggu-belenggu yang memeluk-ku erat….

Dari sebuah tempat pembaringanku yang getir ….aku terkapar dengan segala ketidakberdayaanku , kemudian dengan sisa-sisa tenagaku …aku menggerakkan tanganku dengan lemah kearah langit, seakan-akan ada sebuah harapan dan sebentuk cinta yang mengangkat dan menyelamatkanku dari kegelapan ini….

Ketika aku letih melangkah, sengaja aku menghampiri dirimu, mengamati, dan mengukir sosok keindahanmu yang hadir dari setiap lamunan dan keterjagaanku…

Semua kulakukan untuk menyeimbangkan jiwa dan alam pikirku agar tetap seimbang, agar jiwa itu tidak hanya memandang satu warna saja, melainkan warna-warna lainnya yang menjelma laksana pelangi , sebuah “pemandangan” yang hendak kulihat dan kulukis melalui kanvas jiwa serta tinta airmata, yang kuperas dari percikan duka dan tawa- yang memantul dan membayang dari cermin mata hati ….

Aku hanya memastikan bahwa jiwa “indah” itu tetap ada dalam jiwaku, walaupun sekiranya aku sedang tenggelam dilautan lepas ataupun terkurung dikedalaman samudera kegetiran…

Kumengharap dirimu dapat memahamiku, dan memaafkan atas segala kekeliruanku , yang selama ini salah mengartikan kehadiranmu….

Namun ambilah hikmah dari kisah ini, bahwa seseorang akan mengagumi seseorang yang menurutnya adalah pantulan jiwanya…dan itu adalah sesuatu hal yang manusiawi….

Tersenyumlah cinta !…karena kecantikan paras dan keindahan hatimu..telah membangkitkan sesorang pemuda untuk bangkit dari kematian panjangnya !…..

Sebuah ungkapan hati , dariku…

Seseorang yang mengagumi dan mengakui segala keindahan -serta seorang yang telah tertikam oleh keharuman pesona kecantikanmu yang menawan !…

Salam,
Andluna… :))

5 Komentar (+add yours?)

  1. Rio
    Nov 18, 2010 @ 21:48:55

    Yaa…Sudahlah…
    Hehehe….
    SipPp..๐Ÿ˜‰

    Balas

  2. SIge
    Apr 03, 2011 @ 14:10:23

    Wow bagusss banget…antara gambar dan tulisannya, matching banget..

    Cinta oh cinta…

    hehehe

    Balas

  3. AAS TARMIDI
    Apr 18, 2011 @ 21:04:27

    SUMPAH………………KEREN

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: