pada tiga dini hari

Tiga dini hari,
telingaku nyeri!

pintu hati yang berdecit memaksa meraih kotak hijau.

“Noname?”

Dahiku berkenyit.

Aku buka lembar pertama dan seterusnya,

itu buku usang tentang Kamu.

Pikiranku mulai menjelajah waktu, memutar cuplikan cerita terdahulu,
memproyeksikan Kamu.

Kamu yang selalu merotasikan spektrum, di bawah timbunan waktu.

Kamu yang akhirnya harus Aku sudahi memimpikanmu.

Kamu yang masih jadi bagian doaku.

Kabut rindu tumpah, kali ini semakin tebal.
Otakku mendadak sesak!

Pada tiga dini hari,
bolehkah aku datang lagi??

sebrangi jembatan mimpi. Menyelinap diam-diam dalam mimpimu,

sekedar menyapa dan berucap terima kasih..

Setelah itu?

Tenang saja,
Aku akan pergi secepat air yang terbakar matahari.🙂

Dalam sadar Aku berharap Kamu menahanku,
sayangnya ragu terlanjur menyebar.

Tahukah Kamu?

#PoW #padatigadinihari

salam,

andluna🙂

2 Komentar (+add yours?)

  1. sonk88
    Mar 10, 2012 @ 01:06:51

    wahh… ada bakat penyair ne…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: