HATI-HATI jika GALAU menyerang!

Halo sahabat pembaca🙂
Apa kabar sahabat hari ini?

Postingan kali ini saya akan mengulas sedikit tentang sebuah cabang baru dari perasaan, kalo yang anak-anak geol gaul pasti udah tau deh maksud saya apa..
Bener banget, GALAU.

Pernahkah sahabat merasa sedang, ingin, atau pernah GALAU?
Pasti iya kan..

Kalo kata anak muda jaman sekarang sih “eeehh taoo nggak sihh loo gue lagi GALAU gitu lohh”
Atau malahan ada yang gini juga,
“Ayaaankk tanpamu akuuu GALAU” korban iklan.

WHAT??

Pertama kali denger kata GALAU itu yaampuunn.. Siapa sih yang nyetusin pertama kali.. Hehehe

Terdengar aneh aja sih yah menurut saya, GALAU kok di trend in..
Kalo diet kantong plastik gitu yah boleh lahh kan usefull kan?
Nah kalo GALAU?
😀

Well, kita bahas satu-satu yah sahabat.
GALAU menurut KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah :
ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran); ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau

Nah, setelah saya gugling (google keliling eh maksudnya browsing di google -red)😀
Sebenarnya banyak banget istilah dan pengertian GALAU yang dikembangkan, misal dengan adanya community GALAUers sejenis 4L4y3r$ mungkin yang cukup menambah variasi dari anak muda kita sekarang okey, nggak penting. GALAU sendiri kebanyakan identik dengan perasaan sedih, kecewa, bingung, marah, datar, kosong, marah, dan sebagainya.

Mungkin sahabat semua pernah mendengar definisi GALAU yang lebih variatif dari yang saya tulis di sini, atau justru malahan sahabat semua bisa mendefinisikannya sendiri.
Karena itulah, saya menganggap GALAU yang merupakan cabang baru dari rasa mempunyai sifat yang Universal, jadi GALAU yang saya rasakan dengan yang sahabat rasakan jelas berbeda bukan?

GALAU itu boleh banget, asalkan cepat diatasi dan dicari sumber keGALAUan tersebut berada sama seperti sumber panas/demam😀

Nah, karena itulah para ‘penderita’ GALAU syndrom harus segera ‘recovery’, atau istilah gaulnya MOVE-ON untuk segera kembali menjadi pribadi yang seharusnya.

Kelamaan GALAU juga nggak baik untuk kesehatan loh sahabat, faktanya orang-orang yang terjerumus makin lama dalam KeGALAUan akan semakin merasa tertekan dari segi psikis nya, mulai terjangkit depresi, psikosomatis, sampai kepada gangguan jiwa yang cukup serius.
Serem kan?

GALAU yang agak parah dan biasanya mulai menampakkan gejala depresi jika sahabat mulai merasa terpuruk yang tidak biasa sehari atau dua hari karena situasi tertentu, atau bahkan tanpa alasan sama sekali.
Mungkin kita semua pernah mengalaminya.

Jadi, kapan kegalauan tersebut akhirnya berubah menjadi ketertekanan yang cukup besar??

*jreng.jreng*
Tunggu tulisan saya berikutnya yah😀

Salam hangat,
Andluna🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: