Cerita udara

“Jadi kapan aku kamu berubah jadi kita?” tanya udara.
“Bagaimana bisa, di antara aku kamu selalu ada spasi.” jawabku.
“Lalu bagaimana dengan kata mereka tentang cinta..” ujarku lagi.
“Tau apa mereka tentang aku kamu?
Aku kamu masih punya dua tangan untuk menutup telinga.” sahutnya lagi.
“aku…”
“kalau begitu tetaplah di sampingku hingga selelah-lelahnya usia, aku sudah bahagia.”

***

#fiksimini 7/7/12 #end

4 Komentar (+add yours?)

  1. SIge
    Agu 22, 2012 @ 11:22:35

    hi apa kabr lama tak berkunjung…wah keren cerpennya..jadikan ebook asik tuh…salam hangat dari Bali

    Balas

    • andluna
      Agu 24, 2012 @ 14:56:48

      Waahh lama gak berkunjung nih bli, apa kabar bli? Aku sih baik bli.. Hehe🙂
      Boleh tuh bli sarannya, mungkin bli bisa bantuin buat e-booknya😀

      Balas

  2. hamkabalulu
    Sep 22, 2012 @ 20:34:35

    Test gravatar😀

    Coba tulisan2nya di print terus dikirim ke penerbit
    keren2 tuh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: