Rasa sederhana

“aku mencintaimu, tetapi aku lebih mencintai diriku” kata pribadi kepada ego.

Mereka bergelut dalam kata yang hanya dimengerti para hati mereka sendiri.

Kemudian mereka hentikan genggaman, bukan karena lelah tapi salah satu dari mereka berkeras untuk bergeser.

Tanpa kata, tanpa bicara.

Air mata sederhana terjun seadanya.

Dan ego masih tetap sama.

Tetap bungkam dan belum juga berniat sungguh-sungguh pergi.

Rasa yang sederhana masih saja tersirat dalam makna.

Mungkin kelak semesta tahu apa akhirannya.

#fiksimini 13/11/12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: