Gerimis

image

Mendadak senyummu gerimis, aku sedang tidak mengais agar dirindui olehmu kan sayang?

Tak apa jikalau harus terus terhunjam berkali bahkan ratusan ribu terjembab dengan sketsa bahagia wajahmu, padahal tak ada.
Tak ada aku di sana.

Senyum milikmu kian deras, petrichornya amis. Mungkin ada campuran protein yang kian membusuk di dalamnya.

Aku seperti sedang merindui rindu yang  bengis, karena mengabaikanku teriris.
Teriris senyum milikmu yang tak pernah merinai.

Ia semakin gerimis, senyum yang seraya mengemis untuk sembunyikan tangis.

***
Day two dari #sebulanmenulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: