Teruntuk senja yang seperti adanya

image

Masih ingat aku?
Siluet yang mengejar pantulan cahaya di retina mata indahmu.
Ya, seharusnya ingatanmu masih utuh tentangku, pondok bambu yang mengumbar rindu, dan tentu senja yang gemar mencuri dengar kata-kata surgawi dari bibir yang sering mengatup dan membentuk lingkaran tak simetris. Ah, berbincang denganmu seraya meneliksandikan senja—dengan segala rupa yang dimilikinya di tiap waktu semesta, ia selalu ingin tahu.

***
Cerita-cerita senja bagian 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: