Dzuhur

Pada siang yang teramat terang
Ada rindu-rindu membabi buta menyerang
Membuka pancuran, merintik tetes demi tetes bekas basuhan.
Dari muka, tangan, hingga kaki. Duh gusti, betapa Engkau peduli menyucikan hingga titik terendah kami.
Suara bilal terdengar serak diliputi hawa saum yang sedikit menyeruak.
Di antara jejak yang beranjak, ada bisikan Tuhan yang selalu nyaring berteriak,
“Datanglah padaku, datanglah.”

***
1434H/2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: