Isya

Sudah terlalu sepi untuk sendiri.
Sudah nyaris dini hari untuk melakoni dengan tegaknya kaki yang berdiri.

Sejak petang ia datang.
Membasuh keluh yang belum hilang.

PadaMu yang mencintai ruhku lebih dari separuh semesta.

Terima kasih telah memberiku sujud yang demikian dalam.

***
1434H/2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: