Subuh

Seusai imsak, rindu dan rasa haru sering bersatu untuk menggerutu.
Entah apapun itu.
Ada saja syukur yang tak lagi tentu.
Jatuh di tempat yang salah?
Ah, mungkin.
Seharusnya pada waktu seperti itu mereka dahulukan tawaddu’.
Membilas hadas dengan aliran wudhu.
“Duh gusti, lapangkan hati kami selalu”

***
1434H/2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: