Oranye

Mungkin banyak yang tidak mengetahui saya aslinya mempunyai empat buah mata alias berkacamata.
Dalam keseharian, saya memang hampir tidak pernah menggunakan kacamata oranye saya.
Pada tahun pertama kuliah, saya masih kerap menggunakan lensa kontak namun makin kesini rasanya pak malas dan keluarganya menempati hampir seluruh kawasan keinginan milik saya sehingga keengganan saya melonjak drastis.
Keberadaan kacamata ini sangat membantu apabila kedua mata saya terpaksa harus berkencan dengan layar komputer jinjing selama berjam-jam.
Terlebih saat sedang skripshit-underpressure (sebuah idiom yang saya gunakan untuk menyebut tekanan akibat pengerjaan tugas akhir, skripsi).

image

Bentuknya sederhana dengan paduan oranya hitam. Ia mampu merefleksikan bayangan yang diterima yang kemudian guna menentukan siapa yang sedang memberikan segaris senyum yang seakan pelangi tergambar di sana, dari jarak visus mata orang normal.
Terima kasih sudah membantu, maaf sering mengabaikanmu.

***
#CeritaDariKamar Hari ke-7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: