Elegi

Malam sudah lagi tak berwarna hitam. Di teritorialku, menjelang petang semua binar hingar mulai memancar.
Bahkan hingga sudut gelap sudah tak lagi ditemui gulita.
Ah, semesta.
Betapa pesat perubahan sepi menjadi ramai di sini.
Di bawah lampu-lampu mejikuhibiniu pada pencakar langit yang mendongak angkuh sekali.
Jauh di bawah sini, tak jauh dari pelataran aspal jalanan, ada seonggok hati yang masih terlalu sunyi dari gempita keinginan.

***
#sebulannenulis
#septemberharike3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: