Api yang membakar mata

Seperti sedang terhuyung bangga memakai selempod dariku, Agni menari lebih mumpuni dari seorang penari bertaksu.

Bagaimana mungkin seorang yang selalu hidup di dunianya mendadak piawai melenggang–pun  membentur-benturkan telapak dengan gemericik gelang kaki.
Seakan purna. Seakan benar-benar ada di dunia yang sama.

Lewat tatapan yang mistis, Agni yang berarti api terkekeh sejenak; membakar tiap pasang mata yang melihatnya.
Rupa yang jelita dan kulit yang sebening pitaloka; jangankan manusia, memedi dan sebangsanya pastilah menaruh rasa.

“Aga, bantulah aku pulang kepada Yang Maha Kuasa”

***
October 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: