Seandainya aku adalah tanah dan kau adalah senja

image

Sepertinya tak perlu lagi kata cinta.
Saat kita saling mengerti lewat bahasa mata dan gestur rupa.

Sepertinya tak perlu ada pertengkaran yang terlampau drama.
Saat dengan diam dan raut muka sudah terbaca.

Seharusnya tak ada lagi ucapan untuk tak saling meninggalkan. Karena kita memang sedang dipermainkan semesta untuk tak saling lepas dari rotasi yang itu-itu saja.

Sepertinya jika harus ada masa kita tak lagi bisa tertawa yang tidak terlihat lainnya.
Kita adalah memori dengan berat jenis lebih besar dari masa depan.

Sepertinya jika tak harus ada rasa malu membuka kata, kita akan tetap jadi kita.
Dalam bahasa, gestur, dan tatap mata yang tak pernah dimengerti oleh lainnya.

Dan sepertinya jika dahulu semesta tidak sedang jenaka.
Kita tak lebih dari cerita sekumpulan banyak orang yang itu-itu saja.

***
November 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: