Akhir sebuah cerita dalam pintu

image

Kau sungguh tak perlu mengingatku, ya tentu.

Masing-masing hati kita berada di pelukan hati berbeda, sekarang.

Ya, tentu sejak dahulu aku mengagumimu. Meski tak harus, ada balasan apapun.

Ya, tentu. Tentu saja kau tak pernah tahu.

Lantas apa pentingnya jika kau tahu? Kau juga tak mungkin ingin tahu tentangku lagi, sejak hujan kamis itu.

Ya tentu, ada rindu ketika harus kembali mengecap diorama senyummu dengan mataku.

Setidaknya kau tak pernah tau bagaimana keringat dingin sebesar butir jagung menggelontor kening.

Ya, tentu. Akan ku jaga semua ini tanpa harus membuatmu pening; dengan cerita masa mudamu denganku.

***
19 Januari 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: