Hilang ingatan

image

Kemana ia pergi?
Hingga hari menua seperti ini; belum juga kembali.
Paling tidak, harus ada woro woro soal perjalanan. Yang tanpa tujuan. Buatku,
Kaki yang ditelanjangi malam adalah bukti ia cukup hebat menebulasi paru-paru kiri dengan sebatang rokok yang belum mati. Dengan lekuk tubuh kedinginan; yang bergoyang dari  kiri ke kanan kemudian ke kanan lalu ke kiri—dan seterusnya. Ia tak pernah kemana-mana seperti pikiranmu yang merantau hingga jauh itu.
Tak pernah lagi dalam kepalanya ada cerita tentang hidup wanita yang baru saja putus cinta; ataukah lelaki keras kepala yang diam-diam menyimpan perasaan masokis dalam tiap kebaikan. Hanya dua yang menjadi titik fokus pikiran yang sudah tak kau anggap ia ada—di tengah asap yang mengepul dari bibir yang tebal dan hitam. Kau dan pulang.

“Kau adalah tempatku pulang”.

***
28 Mei 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: