Dialog sepi

image

“Kau sibuk?”
“Ya.”
“Sesibuk apa?”
“Seperti sedang menghitung bintang.”
“Itu bukan sebuah kesibukan.”
“Lantas yang mana menurutmu arti kesibukan itu?”
“Semacam sedang menghitung langkah melupakan kenangan atau menghitung rindu yang tiba tiba hilang.”
“Apa-apaan kau ini, bisa-bisanya memaknainya seperti itu?”
“Ya bisa saja.”

(Aku tersenyum sinis)
“Apa aku salah?”
“Oh. Tidak. Halo, tapi let me ask something to you.”
“Oke, my pleasure to answer.”
“Do you love me?”

Kemudian hening menikam mulutku hingga bungkam sampai senja datang.
—Sambungan telepon nirkabel itu terputus seketika.

***
Dengan sejuta keabsurdan dalam kepala.
8/7/14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: