Dalam diam

image

Bagaimana bisa aku setolol ini.
Aksara perasaan (yang kulipat rapih seratus tahun) ini burai sudah.
Jebah memang kedengarannya.
Induk ceritanya adalah waktu yang terlalu bedebah.
Namai semua sekelilingku dengan cerita hidupmu yang sedang dicumbu basah semesta.
Gadis ini sudah kadung terluka.
Air matanya mengisi penuh waduk gersang.
Nahasnya kau hanya bisa datang dan hilang.

**
Ps: Jikalau kau sulit mengerti yang ku tuliskan, bacalah saja tiap-tiap huruf kapital di setiap awal kalimat.

***
Djj, 17 agustus 2014

1 Komentar (+add yours?)

  1. Baim Jnc Papua
    Agu 18, 2014 @ 01:53:23

    Sedih nya Gadis ini … Prahara Cinta nya berkalut rumit …

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: