Sembilu

image

Kata orang, merindukan seseorang yang bahkan ia tak tahu sedang dirindukan adalah sembilu.

Entah kenapa ayah bundaku menamaiku sembilu. Hey! Jangan tertawa. Aku sangat serius ketika sedang mengatakan ini. Sembilu lyubov, duapuluh delapan tahun dan hatinya sedang sekarat berusaha untuk tidak merindui lelaki yang sudah duapuluhtahun kuhafalkan ritual sehari-harinya masa itu. Masa ketika keberadaannya masih dapat terjangkau oleh panca indra milikku.
Oh ya, banyak yang bertanya juga perihal nama belakangku yang sedikit sulit dieja atau bahkan dilafalkan oleh para tukang sayur ataupun pembantu rumah tangga sebelah rumah; sehingga yang seharusnya L-Y-U-B-O-V berubah menjadi mbak Liabof, mbak leabov, mbak elyabov, mbak lia. Oke. Cukup menggerahkan kuping memang, tapi itu lebih baik daripada mereka memanggilku dengan sebutan nama depan yang bahkan artinya saja sama sekali tidak mengundang hoki dari sudut fengshui manapun. Bocuan. Aku selalu menganggapnya begitu. Bagaimana tidak, untuk wanita seusiaku seharusnya sudah sibuk memikirkan sarapan pagi untuk anak dan suami atau paling tidak sedang bersiap-siap membagikan undangan pernikahan pada kerabat, sahabat, teman dekat, bahkan pada kenalan yang sok dekat. Dan berkat nama yang luar biasa ini aku masih saja menolak ikhlas menerima kebodohan masa muda; aku terus merinduinya tanpa alasan yang nyata.
“Oh sembilu.
Harus berapa lama lagi kau butuh waktu melepaskan semua rindu dan memulai hidup baru”

“Entahlah”. Hanya itu yang bisa kukatakan setiap tetua memberikan wejangan ataukah sindiran halus yang justru dengan mudah tempias dari pendengaranku. Mungkin karena aku ini sembilu. Ya, sembilu yang mampu bertahan lebih kuat dari tulang ekor manusia, seperti sembilu yang bisa dengan mudahnya membelah perut ayam. Namun aku seperti pun sembilu yang setajam apapun itu akan lunak selayaknya mozarella dipeluk api; api kerinduan yang belum pernah sekalipun padam.
Lelaki itu, saat ini bisa jadi ia sedang berbahagia; menunggu detik-detik menjadi suami seorang wanita atau barangkali sedang menunggu kelahiran anak pertama. Bagaimana jika rindumu ini sia-sia? Sampai kapan sembilu, rindu yang kau ciptakan menggerogoti paras mudamu. Selalu itu yang kupikirkan, tapi menghapus rindu satu persatu tidaklah semudah kau menabung untuk sebuah gadget baru. Tidak semudah kau merasakan rindu dibawah artian namaku; Sembilu lyubov.

**
^Sembilu: kulit buluh yg tajam spt pisau, sangat sedih, pedih.
^Lyubov: Russian; Love. Pronounced; Lyuw-baw-awf.

***
23/sept/2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: