Hope(less)

image

Kau sedang duduk diam, memandangi hitam.
Warna langit kegemaran.
Sambil meratapi ketidakrelaan yang sedang menangis terisak, di dalam hati.
Lebih dari sekedar rindu untuk bisa bertemu dengan wanita dari masa lalumu.
Menunggu lebih dari seratus badai muntahan antariksa.
Dan menelan semua kecemasan itu diam-diam.
Semua itu sungguh tidaklah cukup untuk mengeringkan sungai yang terlanjur tumbuh di pipi mulusmu yang mulai berjelaga itu.

Padahal kau tahu…

Manusia memang mempunyai kegemaran yang aneh; berharap.
Harap yang menghisap daya hidup penuh bahagia para manusia.

***
Ditulis pada 18/12/14. Dan diposting pada 17/01/15.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: