Harusnya kuberi judul apa cerita ini?

image

Namanya Agnita, ia lebih suka disapa dengan Agni; ia bilang artinya api. Ia ingin menjadi sekuat api.
Oh, bukan hanya itu. Akan kuceritakan dari jemari pengarang cerita paruh waktu yang kupinjam tubuhnya ini.
Perempuan itu, gemar mendandani diri sendiri terutama jika suasana hatinya sedang kacau balau, tak pernah ada jadwal tetap kapan dan dimana mood-nya akan menjadi jelek, yang aku tahu setiap sabtu malam atau ketika ia merindukan lelaki itu; seseorang yang tak pernah ia sebutkan bahkan pada teman terdekatnya.
Kegemarannya selain menonton siaran motivasi di televisi setiap hari minggu di ruang tamu yang dindingnya berwarna kuning terang itu adalah bercermin.
Ya, bercermin.
Bukan hal yang aneh untuk perempuan seusianya memang, hanya saja saat ia bercermin waktu seakan bertambah panjang satu detik. Seakan ia sedang membakar rotasi bumi dengan pantulan diri di hadapan cermin sambil mengucapkan kalimat aneh, yang sepertinya pernah aku dengar dari seorang penyair ataukah seorang kutubuku, entahlah.
Begini bunyinya :
“Jangan takut mencintai saya. saya punya sepasang keahlian yang kamu butuhkan. punya daya ingat kuat dan gampang dilupakan”*

Lantas kemudian ia mengamati wajahnya yang dipenuhi titik-titik berwarna merah pada peporinya, seakan ada jerawat yang hendak memuntahkan magma dari lapisan terdalam kulit wajahnya, kemudian ia tersenyum. Senyum paling menggoda yang pernah ia punya.

***
Djj, 8/7/15
* sepenggal puisi dari Aan mansyur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: