Bukan perempuan Loftus Road

Ps: Ditulis sebagai respon cerpen Sungging raga;
Sebatang pohon di Loftus Road

image

Bukan perempuan Loftus Road

Aku bukanlah perempuan yang sentimentil, suka menjawab kesepian dengan tengil.
Aku bukanlah perempuan kesepian, yang membiarkan patah hati mewabah duluan.
Aku bukanlah perempuan yang patah hati, kemudian menyerahkan sisa hidup untuk menanti.
Aku bukanlah perempuan dengan kegemaran menanti pria-pria yang pergi sesuka hati; lantas menggenangkan kesedihan terduduk di bangku taman Loftus Road, yang tenang yang selalu diam.
Aku bukanlah perempuan jelmaan pohon-pohon kesedihan—pun sebaliknya.
Aku bukanlah perempuan yang bisa dengan mudah melupakan siapa yang datang. Siapa yang pergi.
Aku bukanlah perempuan yang menjelma rindang di satu-satunya bangku taman Loftus Road; yang kala malam temaram dan remang-remang.
Akulah perempuan yang sepenuh hati menyesal mengapa tak ada janji yang menemaniku berbincang atau sekedar menikmati secangkir kopi panas di bangku taman Loftus Road, setelah pembicaraan panjang tanpa kata pulang dan obrolan mengenai politik rezim lama hingga bualan cinta orang dewasa di telenovela.
Akulah perempuan yang sepenuh hati menyesal mencintai rencana masa depan, dan beranjak pulang sebelum waktu yang ditentukan.
Akulah perempuan yang terburu-buru menghindari kutukan, dan berubah jadi rindang di sebrang jalan Loftus Road.
Akulah satu-satunya Linden yang subur di St. Luciana, dulunya aku seorang perempuan yang mengabaikan.

***
Agenda 2014 yang republish 22 januari 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s