Sampai jumpa 24

Halo, pembaca.
Apa kabar?
Setelah mengumpulkan niat yang luar biasa untuk sekedar mengabadikan momen, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan beberapa kalimat yang mungkin akan saya buat tidak panjang lebar.
Singkatnya saya hanya ingin bercerita lagi setelah lama rehat dari kegiatan membaca dan merangkai tulisan.
Bagi saya, menuju 25 ternyata tidak pernah menjadi semudah yang saya pikirkan sebelumnya. Stressor. Ya memang, sometimes life can be life with some seasoning of life stressor. Beberapa waktu sebelumnya saya sempat mengalami beberapa kondisi dengan stressor yang cukup membuat saya serasa sedang terserang serangan cemas, sayangnya tidak. Semua keluhan itu hilang tidak kurang dari beberapa hari.

Sepuluh minggu terakhir saya mulai memahami, hidup mengajarkan saya untuk bangun pagi lagi esok harinya dan mempersiapkan diri untuk ” menerima kenyataan” bahwa stressor sebagai orang dewasa memang seberat ini (pikir saya). Padahal mungkin di sekitar saya masih banyak lagi manusia-manusia yang stressor hidupnya lebih berat.

Dipenghujung 24 ini saya mencoba menikmati waktu yang ada dengan membahagiakan diri sendiri, mencoba terapi warna tanpa blocking dan aturan apapun. Dan ternyata semua itu menyenangkan.

image

Jangan pernah berpikir akan jadi seperti apa akhirnya, mulai dengan perlahan saja dulu, ikuti alurnya. Dan ternyata semua indah pada waktunya.

Salam hangat,
Andluna

***
Ditulis sebagai refleksi diri sendiri dipenghujung 24.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: